Kemajuan
Teknologi China
Hari selasa, 28
maret 2017, Nurman Diah, anak almurham BM Diah mengirim naskah dari seorang
temannya berinisial EJB. Tulisan itu sangat menarik, berbicara mengenai
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Republik Rakyat China.
Menurut tulisan
itu, dunia terkejut ketika Lenovo yang dikomandani para alumni China Academic
of Science (CAS) mengambil alih raksasa komputer dari Amerika Serikat (AS),
IBM. Dunia pun semakin terkejut, ketika china mampu menciptakan processor lebih
hebat dari intel, sehingga china mandiri menghasilkan produk berkelas di dunia.
Semuas ini lahir dari dapur china Academic of Science.
Sejauh ini, china
memiliki 17 juta mahsiswa yang mayoritas menggambil bidang sains dan teknik. Setiap
tahun China menghasilkan tidak kurang dari 325.000 insinyur. Setiap tahun,
China menbelanjakan 60 miliar dollar AS untuk penelitian dan pengembangan.
Untuk saat sekarang, penekanan dalam laboratorium-laboratorium China diarahkan
secara besar-besaran mendukung inovasi kaum usahawan menghasilkan produk yang
berkualitas dan murah. Hal ini merubah peradaban lebih baik bagi bangsanya.
Jika dibandingkan
dengan Indonesia, Republik Rakyat China memprokamasikan kemerdekaannya pada 1
Oktober 1949. Usia negaranya lebih muda dari Indonesia. Tetapi kemajuan yang di
capai di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terbendung. Lihatlah
misalnya di bidang teknologi ruang angkasa. China segera memiliki stasiun ruang angkasa
sendiri. Mulai dibangun tahun 2018.
Menurut Wang
Zhongyang, juru bicara ruang angkasa sebagaimana dikutip laman BBC dari kantor
berita Xinhua, “Jika stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) pensiun pada
tahun 2024, maka china akan menjadi satu-satunya pihak yang mengoperasikan
ruang angkasa’’
Di majalah
“Diplomat Indonesia’’ edisi 5 oktober 2009 halaman 168-179, saya sudah menulis
keunggulan China di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika saya menulis
profil Duta Besar China untuk Indonesia yang kebetulan seorang perumpuan, Yang
Mulia Zhang
Xiaoping, saya mengutip pernyataan Deng Xiaoping pada tahun 1978. Ia mengatakan bila China ingin memodernisasi
pertanian, industri, dan pertahanan, yang harus dimodernisasi lebih dahulu
adalah sains dan teknologi, serta menjadikannya kekuatan prodektif.
Deng Xiauping adalah peminpin tertinggi RRC generasi kedua setelah Mao Zedong. Deng meninngal dunia 19 februari 1997 di usia 92 tahun. Di
bawah arahannya, china menjadi salah satu negara dengan laju pertumbuhan
ekonomi tercepat di dunia.
Di masa Deng,
China sangat akrab dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru dan kaum
professional sangat di hargai, bahkan di tahun 1985, Deng mempertegas
pentingnya pendidikan karakter. Orientasi hafalan hanya akan menbunuh karakter
anak.
Kemajuan di bidang
ilmu pengetahuan dan teknoologi China ini diumum Deng ketika mempreingati hari
nasional ke -60 pada 1 oktober 2009. Prestasi yang dicapai waktu itu, slesainya
peta seluruh permuakan bulang tiga dimensi (3-D) bersolusi tinggi. Juga China
bertekad akan terus mengembangkan program luar angkasa guna mengurangi
kesenjangan dengan negara-negara Barat. Dengan demikian, China sudah sejajar
dengan Amerika Serikat,m rusia, jepang dan India yang juga melakukan pemetaan
bulan.
Tidak hanya itu,
setelah mengirimkan orang pertama ke luar angkasa pada tahun 2003, China
berambisi pula meluncurkan penjelajah tanpa awak ke permukaan bulan pada tahun
2012 dan misi berawak kebulan sekitar tahun 2020.
Di Indonesia, di
masa presiden SBY, China membangun jembatan suarbaya-madura (suramadu) yang
sudah di remiskan pemakaiannya selain di suramadu, pada investor China
membangun proyek Asahan 1 dan proyek PLTA Asahan 111 di Sumatera Utara. Semua
ini menunjukan kemajuan China


Tidak ada komentar:
Posting Komentar